Kalau Sistem Pencernaan punya Kasta

Tulisan ini hanya lelucon dan muncul saat aku sedang bersih-bersih.

Aku ngide, seandainya sistem pencernaan punya kasta, aku akan mempelakukannya layaknya kelas kasta paling tinggi. Kenapa? Pertama, sistem pencernaan kita punya pengaruh besar untuk sistem kesehatan pemiliknya.  Kalau kita makan junk food setiap hari, maka komponen atau kandungan makanan tersebut yang akan termetabolisme setiap hari dalam tubuh. Kalau kita mengonsumsi makanan yang cocok untuk tubuh kita setiap hari dan dalam jumlah yang cukup, maka tubuh kita akan sehat. Seluruh kesatuan ekosistem antara lain enzim pencernaan, hormon, kerja saraf, kerja organ dan lain-lain bekerja sama untuk menjaga harmonisasinya. Dengan demikian, penempatan kelas sistem pencernaan pada kelas paling tinggi sangat masuk akal. Kedua, sistem pencernaan kita punya harga diri yang lebih baikketika disuguhi pangan lokal. Harga diri tidak diukur dari mahal atau murahnya makanan yang kita konsumsi, melainkan makanan yang mudah dicerna oleh sistem pencernaan kita. Sejak dalam kandungan, sistem pencernaan kita dirancang secara alamiah bukan alatmiah sehingga makanan yang masuk pun seharusnya makanan yang alamiah, diolah secara sederhana, memiliki rasa, warna, kandungan yang murni dari asalnya. Dengan mengonsumsi pangan lokal, kedaulatan ekosistemnya pun terjaga. Ketiga, sistem pencernaan memiliki respon cepat ketika kita mengonsumsi makanan yang salah. Respon yang diberikan seperti diare, mual, dan/atau muntah. Aksi segera memberi respon ketika ada gangguan adalah bentuk kasih sayang sistem pencernaan kepada pemiliknya. Tingkat kepekaan yang dimiliki menuntut pemiliknya agak tidak mengonsumsi makanan yang tidak sesuai untuk tubuhnya.

            Sejauh ini, mungkin ini alasan mengapa aku harus menempatkan sistem pencernaan ku dalam kasta paling tinggi dan harus dijaga untuk mempertahankan keharmonisan lingkungannya.

Post Comment

You May Have Missed