Kopi dan Hujan
Seruputan kopi kian nikmat
Saat langit menyirami daratan
Walau pahit, rasanya tak mengganggu
Justru menenangkan hati yang menunggu
…..
Angin semakin kencang dan suhu kian dingin
Kopi panas ku berubah dingin terlalu cepat
“Ah.. terlalu cepat,” gumam ku
Angin memang lebih hebat dari ku
Tetap saja, kunikmati kopi ku
…..
Hujan membasahi dedaunan
Pun kopi membasahi tepi bibir ku
Keduanya memberi rasa
Keduanya memberi kesegaran
Layaknya tanaman yang senang
Pun demikian jiwa ku tenang
…..
Kopi dan Hujan
Keduanya bertemu disaat yang tepat
Hujan menyadarkan ku, ada variasi irama tetesan yang berbeda
Saat ia menyentuh berbagai permukaan
Pohon pun ikut merasakan sukacita hujan
Ia menari-nari tanpa henti
Tak sadar, bibir ku pun melengkung
“Bahagianya”, kata ku
…..
Kopi dan Hujan
Ingin kutambah kopi ku
Namun hati berkata cukup
Mungkin aku harus belajar
Menyeruput sedikit demi sedikit
Sambil menunggu redanya hujan
…..
Kopi dan Hujan
Keduanya teman bersama
Keduanya menangkan
Kopi dan Hujan…..




Post Comment