Pesona Air Terjun Tanggedu
Keindahan alam Sumba, khususnya Sumba Timur memang tidak perlu diragukan lagi. Banyak sekali wisata alam yang dapat ditemui di wilayah ini yakni air terjun, pantai, dan kampung adat. Kali ini, kami mengunjungi salah satu tempat wisata air terjun yang menjadi favorit banyak orang baik turis lokal, domestik, maupun internasional.
Yas! AIR TERJUN TANGGEDU!
Lokasi Air Terjun Tanggedu
Lokasi air terjun ini berada di Desa Ndapayami, Kec. Kanatang, Kab. Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kecantikan wisata alam ini sudah tidak menjadi rahasia di kalangan para petualang dan foto air terjun ini sudah mentereng di berbagai platform sosial media.
Jarak lokasi air terjun sekitar 46 km dari pusat kota waingapu atau sekitar 2 jam perjalanan santai dengan menggunakan kendaraan sepeda motor. Berangkat pukul 11.00 WITA dan tiba disana pukul 13.00 WITA.
Bagaimana Rute Menuju Air Terjun Tanggedu ?
Saya dan teman-teman lainnya berangkatpukul 11.00 WITA dari Waingapu. Perjalanan menuju tempat ini melewati sepanjang pesisir Pantai Londa Lima, Pantai Pura Kambera, dan pantai-pantai lainnya. Ada plang tanda panah ke kiri yang bertuliskan Air Terjun Tanggedu dan ini sebuah instruksi bahwa kami harus belok kiri. Akses jalan di wilayah ini masih cukup bagus / sudah di aspal (orang sumba bilang “jalan hot mix” ). Kami harus melewati jalan pengerasan berkilo-kilo meter dengan tanah putih dan batu-batu kecil yang bertebaran di sepanjang jalan. Untungnya, kami disuguhi pemandangan yang begitu indah sepanjang perjalanan. Jadi perjalanan tetap terasa menyenangkan. Pemandangan pematang sawah beserta air sungai jernih dan pohon-pohon tinggi di pinggirnya yang selama ini hanya bisa ku lihat di lukisan, kini bisa kusaksikan secara langsung. INDAH SEKALIIII.
Tidak jauh lagi dari lokasi air terjun, kami melewati jembatan penyebarangan yang hanya bisa dilalui oleh motor. Oh ya, teman ku bilang bahwa sebelum jembatan ini ada, mereka harus naik turun bukit, menyeberangi sungai kecil, dan perkampungan. Bersyukur dengan adanya jembatan ini. Jarak tempuh jembatan-parkiran lokasi wisata kurang lebih 15 menit.
Bagaimana dengan Tiket Masuk?
Ada dua kali transaksi pembayaran tiket masuk. Pertama, Kami berhenti di Pos I (rumah warga) dan membayar Rp 10.000,- per orang. Kemudian, Pos II (tempat parkir lokasi air terjun) dan membayar Rp 5.000 per orang. Mungkin tempat wisata ini masih dikelola oleh warga sekitar.
Ada Tempat Makan Ga Ya ?
Ada. Pondok kecil di lokasi parkir menyediakan kelapa muda, mie instan, kopi, teh, dan minuman instan lainnya. Nah, untuk wilayah sekitar air terjunnya sendiri, banyak juga masyarakat sekitar yang menjual kelapa muda.
Apa Sih Yang Menjadi Daya Tarik Tempat Ini?
Pertama, lokasinya cukup luas. Jadi, kita bisa punya spot foto di berbagai tempat, baik di bagian bawah, tengah, maupun atas. Semuanya sama-sama indah.
Kedua, airnya sangat jernih dan tidak tercemari apapun. Oya, warna air di bagian atas air terjun terlihat lebih terang dibandingkan dengan lokasi bawah air terjun. Tetep indah? Pasti.
Ketiga, ada spot yang bisa dijadikan tempat mandi dan berenang ria. Teman-teman yang ingin mandi tidak perlu bertanya-tanya lagi. Ingat ya, “ada spotnya”.
Keempat, air terjun ini dikelilingi tebing-tebing tinggi yang terdesain indah seperti relief. Bagian tebing yang paling menarik hati adalah lokasi bagian bawah. Hati ini selalu bertanya-tanya, “tebingnya kok bisa sebagus ini ya?” Air Terjun Tanggedu bukan hanya tempat wisata biasa, tapi seperti surga tersembunyi di dunia. Semoga teman-teman bisa berkunjung ke tempat ini ya. Jangan lupa siapkan tenaga.







Post Comment