Program Makan Bergizi Gratis
Program makanmakan siang gratis yang dulu menjadi program andalan presiden dan wapres terpilih pada masa kampanye kini beralih nama menjadi Program Makan Bergizi Gratis. Keseriusan terhadap program tersebut bisa dilihat dari dibentuknya Badan Gizi Nasional bahkan sebelum dilantiknya presiden dan wakil presiden terpilih periode 2024-2029.
Keseriusan pemerintah lainnya juga bisa dilihat dari kucuran dana yang telah dianggarkan untuk program makan bergizi gratis ini. Dilansir dari berita Antara, 8 Oktober 2024, usai acara BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta, Kepala BGN menyampaikan bahwa dibutuhkan alokasi dana kurang lebih 800 miliar per hari untuk membeli bahan baku dari sektor pertanian. Baru-baru ini, dikabarkan China juga akan turut mendukung pendanaan program MBG sebagai hasil diplomasi yang dilakukan oleh presiden terpilih. Rencananya, sebanyak Rp 75 triliun akan dianggarkan untuk program MBG tahun 2025.
Saat ini, uji coba makan bergizi gratis telah dilakukan di beberapa sekolah di berbagai wilayah. Hasil uji coba diharapkan dapat memberikan gambaran singkat efektivitas pelaksanaan dan realisasi biaya makan bergizi gratis. Gambaran yang dimaksud adalah efektivitas waktu pemberian makan (pagi/siang), porsi yang dihidangkan, jumlah makanan yang dihabiskan oleh siswa, variasi menu yang disajikan, proses pengolahan, jasa penyedia bahan makanan, pengolahan limbah dan penggunaan anggaran masing-masing provinsi/kabupaten/kota. Dengan demikian, para tim perencana dapat merumuskan hal-hal yang perlu dilakukan seperti penentuan indikator keberhasilan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi pada program yang rencananya akan dilaksanakan mulai 2 Januari 2025.
Pelaksanaan program makan bergizi gratis diharapkan tepat sasaran. Meskipun kegiatan ini dilakukan secara bertahap, sebaiknya mendahulukan target sekolah yang sungguh-sungguh membutuhkan bantuan agar para siswa juga bisa menikmati bantuan yang disediakan oleh pemerintah. Selain tepat sasaran, program makan bergizi gratis juga diharapkan dapat memberikan menu sesuai diversitas pangan wilayah masing-masing. Manfaat yang diperoleh dari pemanfaatan keragaman pangan lokal antara lain adalah anak makan sesuai dengan makanan yang tersedia di wilayahnya, program MBG dapat memperdayakan para pengusaha/petani lokal, dan menyesuaikan biaya sesuai harga pangan di wilayah masing-masing. Misalnya, di kota besar, harga satu kilogram wortel mungkin hanya belasan ribu, berbeda halnya dengan wilayah Indonesia bagian Timur dimana harga tiga biji wortel ukuran sedang seharga Rp 10.000. Jika memaksakan menu yang sama setiap harinya, maka anggaran makan sehari yang baru-baru ini dikabarkan hanya Rp.10.000,- tidak akan maksimal menjamin kualitas menu yang diharapkan.
Dilansir dari Kompas, 5 Desember 2024, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda dalam acara JAPFA for Indonesia Emas 2045: Nurturing Collaboration in Food Security mengatakan bahan baku makan bergizi gratis bisa menggunakan telur ayam dan daging ayam karena harganya terjangkau dan mengandung protein tinggi. Meskipun demikian, tim perencana sebaiknya mempertimbangkan penggunaan ikan sebab Indonesia ialah negara kepulauan yang memiliki ragam jenis ikan dan kandungan gizinya juga tidak kalah dengan telur dan daging.
Kerjasama dan koordinasi antara pelaksana pusat dan daerah sekiranya dapat berjalan dengan baik dan tetap menjaga konsistensi selama pelaksanaan program. Pemerintah dan tim pelaksana di lapangan juga baiknya menyadari sejak awal bahwa pemberian makan hanya satu kali sehari, tidak semata-mata memberikan pengaruh besar pada tumbuh kembang anak. Pemberian makan tanpa edukasi dan pola asuh yang tepat hanya sekedar memberi makan “fisik” atau “rasa kenyang sementera”. Karna hidup bukan sekedar soal makan, anak membutuhkan didikan dan pendampingan yang tepat selama masa tumbuh kembangnya yang mendukung perkembangan saraf atau proses neuroplastisitas.
Program kerja pemerintah tidak ada yang abadi karena semua bergantung pada “siapa pemimpinnya”. Jika program ini diperkirakan memberikan manfaat berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi setiap tahunnya serta memberikan manfaat lebih besar di kemudian hari dari modal awal yang dikeluarkan, maka program ini bisa berlanjut sesuai yang diharapkan. Harapannya, program makan bergizi gratis dapat terlaksana dengan baik, dapat memenuhi ekspektasi pemerintah untuk menghasilkan generasi sehat dan produktif (generasi emas 2045), serta mampu meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya ekonomi daerah.




Post Comment