Memori di Balik Rasa Kopi

Rasa haru itu muncul saat kakak mulai bercerita tentang momen di kampung. Setiap kali kakak mengucapkan “nggapernah lagi minum kopi yang rasanya kayak gini. Persis kayak kopi opung”, disaat itu juga rasa haru itu muncul.  Rasa haru beradu dengan rasa rindu kepada opung dan kampung halaman. Jujur, aku belum pernah mencoba kopi ini sebelumnya, namun antusias kakak saat bercerita membuat aku seolah-olah masuk dalam kenangan masa dulu bersama opung di kampung sembari ia menikmati sajian kopinya. Ditambah lagi, mama bercerita perjalanan mendapatkan penjual kopi khas ini. Bagi mama dan kakak ku, memang sudah sekian lama tidak mencoba jenis kopi ini, diolah secara tradisional dengan campuran kayu manis. Ada perpaduan rasa pahit dan pedas yang menjadi ciri khasnya.

Tak bisa kupungkiri, aku teringat dengan opung doli, peminum kopi pahit, persis seperti rasa kopi yang ada di hadapan kami. Aku jadi teringat, kalau kami pulang kampung dan berziarah ke makam beliau, kami pasti sajikan air jeruk purut untuk diminum dan cuci muka, rokok, kopi pahit, dan cemilan ringan. Ini sudah jadi bagian ritual bagi kami sebagai orang batak.

Terimakasih Kopi Samosir. Selalu ada kenangan manis dibalik hidangan makanan dan minuman. Sejuta rasa sejuta memori. Ingin ku kembali, sekedar berkunjung, bercengkerama kembali sambil menikmati kopi langsung dari asalnya. Sai naing mulak tu huta. 

Post Comment

You May Have Missed