RASA DIBALIK SEBUAH TULISAN
Ketertarikan ku pada dunia menulis sudah sejak lama. Meskipun setiap rangkaian kalimat yang kususun tidak sebaik penulis-penulis lainnya, aku mencoba untuk memberikan makna dan rasa dari setiap tulisan yang telah kubuat. Bagiku, setiap tulisan adalah ide yang bisa disampaikan baik berupa cerita pengalaman, ilmiah, atau cerita fiksi.
Setelah membaca berbagai jenis genre buku, aku menyadari bahwa setiap penulis memiliki gaya bahasanya masing-masing. Mereka merangkai kata demi kata, membentuk suatu kalimat dan paragraf yang mudah dipahami oleh pembaca. Setiap gaya bahasa tersebut memiliki rasa tersendiri untuk menyampaikan makna dari setiap bab yang telah ditulis. Rasa yang dituang dalam tulisan seolah-olah adalah ungkapan cinta yang ingin disalurkan para penulis kepada pembacanya terlepas apapun genre bukunya sehingga pembaca bisa “menikmati dan berenang dalam aliran cerita”.
Bagiku, para penulis tidak sekedar menyusun kalimat untuk menambah halaman, mempertebal buku, tetapi setiap kalimat mengandung makna yang membentuk suatu alur peristiwa. Entahapa tips dan trik yang mereka lakukan untuk menciptakan sebuah buku ber-“isi” dan layak terbit. Seperti buku Toko Kelontong Namiya karya Keigo Higashino yang bermain dengan tiga ruang waktu (masa lampau, masa kini, dan masa depan), yang mungkin cukup membingungkan, namun aku tidak bisa berhenti membacanya. Ada rasa penasaran, tampilan gaya bahasa yang cukup serius, mengandung rasa yang berbeda pada setiap bab-nya, serta ada makna tersirat yang disampaikan kepada para pembacanya.
Ketulusan, keaslian, gaya bahasa, dan rasa tulisan menjadi identitas penulis. Kurasa, hati, pikiran, jantung, dan jari-jemari saling berkoordinasi di setiap susunan kalimatnya. Aku juga merasa bahwa irama jantung mereka berdetak teratur dan sesekali berdegup kencang memberikan sinyal kebahagiaan bahwa mereka sudah menciptakan cerita yang pas. Otentik.
Rasa tidak akan pernah bohong. Ibarat pemilik suara yang mudah dikenali tanpa melihat wajah, penulis juga bisa diketahui dari gaya bahasa dan rasa tulisannya.. Ah…Sepertinya aku semakin tertarik untuk menulis.
Semangat menulis semuanya. Semoga kita semakin baik merangkai kata, menyusun kalimat menarik, menemukan gaya bahasa sendiri, dan mampu memberi rasa pada setiap kalimatnya.



Post Comment