Makan Bergizi Gratis: Program Hasil Terbaik Cepat RPJMN 2025-2029

Pemerintah telah merilis publikasi rencana kerja pembangunan yang salah satunya tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025-2029. Terdapat visi, misi, 17 program prioritas, dan 8 program hasil terbaik cepat (quick wins). Salah satu program quick wins(program percepatan) ialah program makan bergizi sehat di sekolah, madrasah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini diampu oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Sasaran program tersebar di 514 kabupaten/kota dengan pemilihan lokasi mempertimbangkan akses distribusi pangan.

Tidak hanya pemberian makan, sejumlah daerah dan sekolah juga akan difasilitasi dan pembinaan terkait gizi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Alokasi dan sumber pendanaan program MBG untuk siswa/i di sekolah/madrasah/pesantren sekitar 71T dan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sekitar 355T. Berdasarkan rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2025, tujuan program MBG antara lain (1) untuk menanamkan kebiasaan pola makan sehat dan meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita; (2) meningkatkan prestasi, partisipasi, dan kehadiran anak sekolah serta menurunkan angka putus sekolah; (3) meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kecil dan mikro, dan (4) menciptakan lapangan kerja dan pengurangan bebas kepada penduduk miskin.

Adapun 6 prinsip utama dalam pelaksanaan program antara lain (1) tepat sasaran; (2) memberdayakan masyarakat, usaha mikro dan kecil, BUMD dalam penyediaan bahan pangan; (3) mengutamakan pemanfaatan bahan pangan lokal; (4) menyesuaikan menu dengan preferensi lokal; (5) meningkatkan keragaman pangan; dan (6) mengutamakan keamanan pangan. Perkiraan kebutuhan dalam perencanaan menu antara lain 30-35% untuk makan siang. Proses monitoring dan evaluasi program MBG juga akan memantau berat badan dan tinggi badan para penerima manfaat.

Khusus program makan bergizi gratis pada kelompok sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang dikoordinasikan oleh Kementerian Kesehatan memiliki tujuan untuk menurunkan prevalensi stunting(TB/U) balita menjadi 18,8% pada tahun 2025 dan 14,4% pada tahun 2029. Penentuan target prevalensi ini sepertinya sudah dipertimbangkan dengan cukup matang setelah melihat penurunan prevalensi stunting sebesar 0,1% dari tahun 2022 (21,6%) ke 2023 (21,5%) berdasarkan data SSGBI, sedangkan target tahun 2024 adalah 14%.  

Intervensi yang diberikan selain penyediaan makan bergizi bagi kelompok bumil busui, dan balita ialah promosi dan edukasi gizi dan pangan, pengembangan sistem dan tata kelola pelayanan makanan bergizi dengan sistem data rutin terintegrasi, serta pengembangan sarana dan prasarana pelayanan makanan bergizi berupa standarisasi satuan pelayanan MBG, peralatan dan tenaga pengolahan makanan.

Menariknya, selain penurunan prevalensi stunting,indikator penilaian program MBG bagi kelompok ini antara lain prevalensi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang menghabiskan makanan dan skor literasi ibu hamil, ibu menyusui dan pengasuh balita yang mendapatkan edukasi makanan bergizi seimbang sesuai standar dengan skor 85. Hal ini menjadi tantangan baru bagi para tenaga pelaksana gizi (nutrisionis) di lapangan karena selain melakukan pendataan jumlah penerima manfaat, petugas juga akan mendata secara detail para sasaran yang menghabiskan makanan dan skor literasi yang diraih, yang dilaporkan secara rutin dan terintegrasi.

            Tantangan akan selalu ada, namun dengan kerjasama, keterbukaan hati, dan keterlibatan aktif para seluruh pihak yang terlibat akan mampu mewujudkan keberhasilan program percepatan ini.

Dokumen RPJMN 2025-2029 dapat diakses pada laman berikut: https://private-rpjmn.bappenas.go.id/repository/files/shares/Dokumen2024/Ringkasan_Rancangan_Awal_RPJMN_2025_-_2029.pdf

Dokumen RKP 2025 dapat diakses pada laman berikut:

https://private-rpjmn.bappenas.go.id/repository/files/shares/Dokumen2024/RENCANA_KERJA_PEMERINTAH_TAHUN_2024.pdf

Post Comment

You May Have Missed