Belajar Percaya dari Bunga

Pagi ini aku berkeliling di sekitar halaman Biara Rosario Susteran Dominikan dan melihat banyak keindahan yang disajikan mulai dari kebersihan halaman, keberagaman tanaman, keteraturan, dan keindahan bunga-bunga yang bermekaran. Salah satu bunga menarik perhatian ku karena coraknya yang teratur. Jika setiap sisi ukiran bunga ditarik pada satu titik, saya duga bunga tersebut memiliki pola matematis yang teratur. Tentunya, keindahan ini bersumber dari Tuhan. Apa yang saya lihat pada bunga menjadi salah satu inspirasi saya untuk belajar percaya bahwa segala sesuatu diciptakan dengan indah, sesuai bentuk dan tujuannya masing-masing.

Ketika tumbuhan ini masih sangat kecil, mungkin ia belum menunjukkan keindahan sesungguhnya. Ia butuh dirawat dan disiram dengan teratur. Kadang alam menyiram melalui hujan, kadang juga manusia yang harus mengambil alih. Alam dan manusia berbahasa melalui tindakan. Keduanya berkomunikasi dan saling menanggapi sesuai bahasanya masing-masing. Manusia berharap agar bunga tumbuh dengan indah, bunga menanggapinya dengan cara bekerja melalui metabolisme di dalam tubuhnya. Ia memiliki pertahanan tubuh sendiri untuk menghasilkan komponen terbaik didalamnya dan keindahan pada aspek luarnya.

Keindahan yang saya lihat dari bunga membuat saya percaya bahwa hidup yang bertumbuh itu bisa dipengaruhi oleh relasi dengan sesama, kejujuran dan ketulusan hati menghadapi sesama. Hambatan dan tantangan yang dialami manusia, sama seperti halnya hujan dan angin berlebihan yang dialami oleh bunga dan kita tidak bisa kendalikan. Kita memiliki cara tersendiri untuk membuat diri kita bertahan dan tetap bertumbuh dengan baik. Tumbuhan bertahan melalui metabolisme sekundernya, pun manusia bertahan dengan mengendalikan diri dari dalam. Satu-satunya pertahanan diri manusia ialah iman percaya kepada Tuhan. Iman yang sesungguhnya bekerja melalui kesetiaan dan ketekunan melakukan hal-hal yang baik. Baik manusia dan bunga, bertumbuh dengan caranya masing-masing untuk menghasilkan keindahan tepat pada waktu-Nya. Tuhan ukir manusia sesuai dengan rancangan-Nya, Ia izinkan segala sesuatu terjadi agar kita memiliki corak yang teraktur seperti bunga yang menghasilkan keindahan karena corak uniknya. Kita hanya butuh percaya, memanfaatkan apa yang kita miliki saat ini, dan mempersiapkan diri menantikan keindahan untuk diri-sendiri dan sekitar. Bunga tersebut tidak menikmati keindahannya sendiri, tetapi ia berbagi dengan orang lain, menyegarkan mata, hati, dan jiwa. Demikian pula manusia, keindahan yang ia punya tidak hanya dinikmati oleh dirinya-sendiri, tetapi juga menjadi berkat pada orang yang ada disekitarnya.

Belajar percaya dari bunga membuatku yakin bahwa Ia mengizinkan segala sesuatu terjadi. Kita cukup mencintai diri, setia berproses dan bertahan dengan cara yang baik, membangun relasi yang jujur dan tulus dengan sesama, dan siap menerima buah itu pada waktu yang tepat.

Post Comment

You May Have Missed